Sabtu, 09 Oktober 2010

Uang Seribu Pattimura Menghina Sejarah?

Dalam persejarahan internet, smiley ditemukan oleh Scott Fahlman pada tahun 1982. Namun, tahukah Anda bahwa smiley telah ditemukan jauh sebelum komputer ditemukan sekitar tahun 1800-an. Smiley ditemukan oleh tukang jahit Kapten Pattimura. lho kok bisa begitu. heheh lihat saja uang seribu kapten pattimura. Lalu lihat dengan teliti (dengan kaca pembesar) objek berupa dua buah kancing yang ada pada baju kapten pattimura. hehehehe

Dalam gambar aslinya, kapten pattimura adalah seperti gambar di bawah. Saya teliti, kancingnya tidak begitu. Lagi pula tahun segitu komputer masih dalam angan-angan. 



Lalu apa maksud smiley dalam kancing gambar kapten pattimura tersebut?? Banyak orang yang saya tanya menjawab itu sebagai tanda keaslian saja. (emang yang palsu gimana? Setahu saya memalsukan uang juga di scan jadi semua objek terbawa. Lagi pula siapa yang mau malsuin uang seribu?).

Tapi menurut saya sendiri, ini adalah easter egg nya uang seribu. Kalau mau tahu kenapa pake smiley, silahkan tanya pihak BI.



Website Promotion

1 komentar :

  1. smiley adalah lambang ZIONIST.. yang memang disengaja diselipkan. smiley tersebut biasa dituliskan dengan slogan "don't worry be happy" yang dimkasudkan seolah jangan khawatir dibawa seneng aja... it means kita dijajah dengan perasaan senang. coba lipat uang 10rb anda menjadi dua bagian (lipat panjang di bagian sultan mahmud baharudin) kemudian buka lipatan tersebut, dan lipat panjang lagi sisi kanan dan kirinya melurus tetapi tidak menutupi garis lipatan awal. see?apa yang anda lihat? bentuk piramid (tanpa ada matanya *sindirONEDOLLAR*) mengapa mata uang INDONESIA PUN di sisipi seperti ini? Jawabannya satu, karena Bank Dunia pun sengaja dikontrol oleh para zionist. dan siapakah mereka?orang yang menyembah si mata satu, DAJJAL.

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar, kritik, saran atau apa saja yang penting sopan dan tidak SARA ya....

Jika ada pertanyaan atau request yang penting, bisa hubungi Admin di How to Contact

Terima kasih,
Dadan Purnama