Senin, 14 Desember 2009

[Untitled]


Karya  : Desi Anggraeni
Sekolah  : MA Negeri Cibatu (Lupa MAN 2 atau MAN 1)


   Ada seorang wanita asing yang berasal dari negara Scotlandia. Wanita ini datang ke Indonesia untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. Lalu iapun bertemu dengan laki-laki asli wagra negara Indonesia dan menjadikannya suami dan tinggal di Jakarta. Mereka dikaruniai dua orang anak. Anak pertamanya seorang laki-laki bernama Raysa yang sudah duduk di bangku SMP kelas 2 dan anak keduanya seorang perempuan bernama Jasica yang duduk di kelas 5 SD. Merekapun bersekolah di salah satu sekolah berbasis Internasional yang ternama, yaitu Sekolah Internasional Tunas Meroya.
Dari kecil ray dan Jass sering dibawa ayahnya bermain ke Garut, yaitu ke rumah saudaranya. Pada awalnya mereka belum bisa beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya, bahkan dengan tetangga terdekatnya. Namun seiring waktu berjalan, lama-lama mereka pun merasa nyaman tinggal di Garut. Bahkan meeka lebih suka suasana di Garut daripada di Jakarta. Hingga mereka pun membuat rumah di Garut. Semenjak itu mereka sering pulang pergi Garut-Jakarta.
Setelah sekian lama tinggal di Garut, mereka akhirnya mendapat teman bermain yaitu tetangga dekatnya sendiri. Teman-temnannya bernama Leni, Fazri dan Kak Dwi. Mereka bertiga juga adalah bersaudara. Ray dan Jass pun makin senang dan tambah betah tinggal di Garut, bahkan Ray suka gak mau pulang ke Jakarta.
Sudah bertahun-tahun lamanya mereka berteman, tak disangka dan dan tak diduga ternyata Ray menyukai kak Dwi. Bertahun-tahun Ray memendam perasaannya. Tapi Ray tak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaanya. Ray pun tetap menjalani keadaan seperti biasa, ia pun berpura-pura tidak menyukai kak Dwi dan selalu berusaha menyembunyikan perasaanya dari semua orang karena ia tak mau seorangpun yang tahu tentang perasaanya.
Setiap libur Ray, Jas dan keluarganya sering ke Garut. Bahkan kalau gak sibuk, seminggu sekali mereka puulang ke Garut. Seperti biasa setiap ke Garut, Ray dan Jess selalu ingin bermain dengan ketiga temannya itu dan merekapun selalu ingin  jalan-jalan ke berbagai daerah. Bahkan mereka paling suka jalan-jalan ke sawah.
Suatu ketika ray sekeluarga pulang ke Garut, Ray pun sangat senang dan berharap bisa bertemu dengan Kak Dwi. Akhirnya sampai di Garut, mereka langsung ke rumah teman-temannya dan mengajak mereka untuk bermain di tempat biasa mereka bermain dan berkumpul. Tapi kak Dwi gak bisa ikut dan Ray pun berusaha menyembunyikan kesedihannya itu. Di tengah keasikan mereka Ray mengajak untuk jalan-jalan ke sawah sambil foto-foto.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Jess ingin mengajak kak Dwi biar suasana tambah seru. Dengan muka yang dingin dan acuih ray pun mau menuruti kemauan adiknya, karena Ray juga sangat mengharapkan kak Dwi bisa ikut bersamanya. Mereka semua pun kembali lagi ke rumah dan mengajak kak Dwi yang sedang tidur-tiduran sambil mendengarkan lagu kesukaannya. Tapi kak Dwi tetap menolaknya dan mereka menghargai keputusan kak Dwi. Ray sangat sedih dengan keputusan kak Dwi. Mereka melanjutkan kembali perjalanannya.
Di sepnjang perjalanan, mereka sangat menikmati keindahan pemandangan dan mulai berfoto-foto. Petualangan mereka sangat mengasikkan hingga tak terasa hari pun sudah sore. Mereka pun menyudahi petualangannya.
Malam telah tibamereka pun sudah berkumpul di tempat biasa kecuali kak Dwi. Lalu Ray mengajak mereka untuk bermaiun bulu tangkis. Mereka bermain di lapang pinggir rumah dan bermain berpasang-pasangan. Tak lama kemudian fazri menyudahi permainannya. Ray pun memberanikan diri mengajak kak Dwi lagi. Karena merasa tak enak akhirnya kak Dwi menerima ajakan itu. Mereka sangat asik sekali dan permainannya pun sangat seru. Sudah lama sekali mereka bermain dan kak Dwi merasa cape. Akhirnya kak Dwi meminta untuk menyudahi permainannya. Karena sudah malam, kak Dwi, leni dan fazri berpamitan pulang. Jess dan ray pun balik pamitan, karena besok mereka akan balik ke Jakarta.
Esok harinya Ray sekeluarga poulang ke Jakarta. Sesampainya di sana ray melakukan aktivitasnya seperti biasa. Di sekolah ray sangat sibuk. Apalagi sekarang sudah kelas dua SMP. Karena ray bersekolah di Sekolah internasional, ray pun harus mengambil kejuruan yang sesuai dengan keinginannya. Berbagai macam kejuruan ada di sekolahnya seperti kejuruan musik, akting, fasion, koki, model penari, dan lain sebagainya. Namum ray hanya mengambil kejuruan musik saja. Karena ia menyukai musik dan bercita-cita untuk jadi musisi.
Hari demi hari kesibukan Ray makin bertambah, dia harus belajar semua peralatan musik. Diawali dengan bermain gitar, sampai akhirnya ia pandai bermain gitar. Setelah itu ia melanjutkan untuk mempelajari piano, biola, saksopon dan alat musik lainnya. Dengan kerja keras dan ketekunannya belajar musik ia bisa bermain musik. Selain itu, ia juga belajar berlatih vokal. Semenjak ia belajar musik, ia selalu pergi dengan alat musik terutama gitar kesayangannya yang tak pernah ditinggalkan.
Sudah sekian lama Ray dan keluarganya tidak pulang ke Garut. Ray sangat merindukan kak Dwi dan ingin segera ke Garut. Hari yang telah ditunggu-tunggu telah tiba. Ray dan keluarganya akan pulang ke Garut. Mereka sampai di Garut tengah malam, jadi mereka langsung beristirahat.
Pagi telah tiba, mereka pun bersiap-siap untuk bermain bersama teman-temannya. Lalu mereka sudah berkumpul di tempat biasa. Kecuali kak Dwi tidak ikut bersama mereka. Ray yang sedang asik bermain gitar, tiba-tiba hatinya sedih karena mendengar kak Dwi tak bisa kut. Tapi ray memberanikan diri untuk meneleponnya dan menyuruhnya untuk ikut bermaiun. Awalnya kak Dwi menolak ajakan itu, namun karena takut dibilang sombong, kak dwi pun menerima ajakan itu. Tak lama kemudia kak dwi sampai di tempat mereka. Ray sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan kak Dwi. Bahkan ray suka gerogi kalau berbicara dan berhadapan dengan kak Dwi.
Tak terasa hari hampir sore dan seperti biasa mereka akan bertaualang ke sawah lagi. Kak Dwi pun ikut mereka. Sore telah tiba dan mereka bertualang membawa bekal dan peralatan. Karena selain jalan-jalan mereka juga akan berpiknik. Di sepanjang jalan, Ray selalu mencuri kesempatan agar bisa memotret kak Dwi. Tanpa sepengetahuan siapapun Ray memotret kak Dwi dengan kamera ponselnya.
Tak terasa mereka sudah jauh berjalan dan mereka pun menemukan tempat yang cocok dan indah. Lalu mereka membuka tikarnya dan bekal yang mereka bawa. Mereka sangat menikmati suasana di persawahan sambil makan-makan. Tapi ray gerogi karena dia berhadapan dengan kak Dwi. Ray pun menatap kak Dwi dengan tatapan yang jauh berbeda, tatapannya penuh gelombang. Gelombang cinta. Di situ kak Dwi menjadi salah tingkah dan gerogi juga karena tatapannya yang berbeda kepadanya. Kak Dwi pun terdiam dan menunda makanaannya. Kak Dwi sempat merasa kalau Ray menyukai dirinya. Tapi kak Dwi berfikir bahwa semua itu takkan mungkin terjadi dan ray pun tak mungkin mencintainya. Karena dimata kak Dei Ray adalah seorang laki-laki yang perfect yang memiliki segalanya. Selain baik dia juga tidak sombong, pandai bermain musik, tinggi putih, bermuka indo dan sangat tampan. Jadi tak mungkin ray bisa menyukai gadis desa seperti dirinya. Itulah yang ada dipikiran kak Dwi.
Karena hari sudah sangat sore mereka bersiap-siap untuk pulang dan pada malam harinya mereka melanjutkan bermain di tempat biasa mereka berkumpul. Malam ini adalah malam terakhir mereka di garut, karena mereka akan pulang Jakarta. Tak terasa malam semakin larut mereka pamitan dan perpisahan dulu karena mungkin akan lama tak ke Garut lagi.
Pagi telah tiba, waktunya Ray dan keluarganya pulang ke Jakarta. Di sepanbjang perjalanan Ray teringat kak Dwi. Ray sangat sedih, karena iakan akan lama untuk bertemu kak Dwi. Di dalam mobil ray terus-terusan melamun sambil memikirkan kak Dwi. Tak terasa setelah sampai mereka telah sampai di garasi rumahnya.
Hari deni hari Ray lalui. Tapi tetap saja Ray teringat pada kak Dwi. Padahal di sekolah, Ray adalah laki-laki tertampan dan banyak dikagumi wanita. Tapi tyak seorang pun yang dapat meengikat hatinya. Tak seorang pun waktu itu yang dapat menggantikan kak Dwi di hatinya. Kak Dwi adalah wanita berbeda yang tak pernah dikenalinya. Kak dwi wanita yang sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah dikenalinya. Kak Dwi yang penuh mister dan aura kak Dwi yang dapat menaklukan hatinya. Ray benar-benar jatuh cinta padanya. Meskipun kak Dwi hanya gadis desa tapi bagi ray kak Dwi adalah gadis istimewa. Setiap hari kak Dwi memikirkan kak Dwi. Ray sangat ingin bertemu dengan kak Dwi. Tapi ray hanya bisa melihat foto-fotonya saja. Ray selalu memberanikan diri untuk menelpon kak dwi. Ray sering bercerita tentang sekolahnya dan tentang musik yang ia tekuni.
Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa libur sekolah pun telah tiba. Sekarang ray naik ke kelas 3 SMP. Ray tak sabar ingin ke garut. Tapi kenyataanya ray dan keluarganya tak akan pergi ke garut. Mereka akan berlibur di Bali. Ray sangat sedih karena ray belum bisa bertemu dengan kak Dwi. Ray mau tidak mau harus menuruti orang tuanya untuk pergi ke Bali.
Tak lama kemudian bulan ramadhan telah tiba. Ray dan keluarganya akan berencana berlebaran di garut. Ray sangat senang karena mereka sudah lama sekali tak ke garut. Ramadhan telah usai. Ray dan keluarganya beserta saudaranya dari jawa ikut ke garut. Lalu Jass pun memperkenalkan saudara-saudaranya itu ke teman-temannya. Sewaktu ke garut, ada tiga saudaranya yang sebaya yaitu Mas Beny, Nia dan Ega. Mereka berkenalan dan muali akrab.
Suatu malam mereka semuanya bermain di depan rumah Leni dan Fazri. Mereka asik sekali sambil ketawa-tawa. Ray berharap kak Dwi keluar rumahnya. Tak lama kemudian kak Dwi keluar dan menghampiri mereka. Ray duluan menyapa kak dwi dan berkata “ Hi., kak apa kabar?”(sambil melambaikan tangannya dan bibirnya tersenyum). Kak dwi hanya membalas dengan senyuman. Lalu ray memperkenalkan saudaranya dan dan bermain bersama.
Besok malamnya kak dwi tidak ikut bermain bersama meeka. Ketika kak dwi sedang tidur, ponselnya berbunyi dan ternyata itu adalah telepon dari Ray. Ray meminta kak dwi keluar rumahnya. Kak dwi merasa aneh, mengapa ray menyuruhnya keluar rumah. Ray memaksa untuk terus-terusan memaksanya keluar. Tapi kak dwi masih mempertanyakan alasan ray mengapa dia harus keluar. Ray hanya bilang ada hal penting yang ingin ray bicarakan. Akhirnya kak dwi memenuhi permintaannya. Kak dwi keluar dari rumahnya
Kak dwi             : “ ada apa ray menyuruh kakak keluar?”
Ray         : “ gak da apa-apa kak”
Kak dwi “kamu sengaja ya ingin ngerjain kakak?”
Ray         :”bukan kak, bukan begitu maksud ray”
Kak dwi : “terus apaan nyuruh kakak keluar? Gak seperti biasanya”
Ray         :”sebenarnya ada yang ingin aku kasih tahu pada kakak dan ini penting banget”
Kak dwi :”ya udah bicara ada sekarang”
Ray         “aku belum siap bicara sekarang, tapi aku janji pasti aku ngasih tahu kakak, ya udah sekarang kak ikut bermain sama aku aja”
Awalnya kak dwi menolak ajakan ray. Tapi melihat usaha ray akhirnya kak dwi mau ikut. Sekarang ray lebih berani mengajak ngobrol kak dwi. Kak dwi merasa aneh dengan tingkah ray yang tak seperti biasa. Ray banyak bicara kepada kak dwi bahkan ray terang-terangan memandang kak dwi. Lalu kak dwi menanyakan ray hal yang ingin dibicarakan kepadanya. Tapi ray masih belum siap juga. Saat itu ray bahagia sekali karena bisa memandangi kak Dwi ray pun memandangnya dengan penuh perasaan. Semua itu membuat kak dwi curiga pada ray karena hal itu tidak pernah ray lakukan ketika sedang bermain di sawah. Takj terasa malam hampir larut. Kak Dwi diantarkan  pulang kerumahnya oleh ray. Ray pun tak lupa mengucapkan selamat tinggal pada kak Dwi.
Ketika kak dwi sedang tiduran, tiba-tiba ray menelponnya dan merekapun berteleponan, mereka mengobrol sangat seru. Di tengah pembicaraanya tiba-tiba ray mengungkapakan bahwa dirinya menyuikai kak dwi. Tapi kak dwi menganggap semua itu hanya main – main saja.
Ray         :” kak aku suka sama kak”
Kak dwi             :“ pleace ray, kamu jangan bercanda aku benar-benar menyukai kakak”
Ray         : “beneran kak aku gak bercanda, aku benar-benar menyukai kak”
Kak dwi “kakak gak percaya, lagian kak kan lebih tua dari kamu”
Ray         :”tapi aku serius suka sama kakak. Kakak wanita yang berbeda dengan yang lain. Banyak hal ayng aku suka dari kakak”
Ray pun terus berusaha menyakinkan kak dwi bahwa itu semua benar-benar terjadi dan benar keluar dari hati. Tapi kak dwi tetap saja gak percaya dan menganggap semuanya bohong. Kak dwi pun menyuruh ray untuk mengungkapkannya secara langsung dan menjelaskan semnuanya kenapa dia menyukai dirinya dan sejak kapan dia menyukainya.
Besok malam seperti biasa mereka bermain di tempat biasa. Ray berharap kak dwi datang karena ray ingin mengungkapkannya secara langsung. Tapi kak dwi tak datang juga. Ray pun menelponnya dan menyuruh kak dwi ikut bermain. Kak dwi tetap menolak dan ray pun ,emjemput kak dwi kerumahnya sampai ray harus menghadapi rintangannya. Ray menunggu kak dwi di luar rumahnya bahkan sudah lama ray berputar-putar mengelilingi rumahnya. Tapi kak dwi belum juag keluar. Dan akhirnya setelah sekian lama kak dwi keluar.
Di sana ray masih belum punya kesempatan untuk mengobrol bersama kak dwi. Karena disanma banyak orang, jadi ray merasa malu. Tapi di sana ray dan kak dewi saling lihat dan sambil keduanya tersenyum-senyum. Ra pun sangat bahagia sekali. Bahkan ray berbicara dengan isyaratnya tentang perasaanya pada kak dwi. Tak terasa malam kian larut. Kak dwi dan yang lainnya pulang. Seperti biasa setiap malam ray selalu menelpon dan meyakinkan kak dwi bahwa semua perasaanya itu benar-benar terjadi. Tapi kak dwi masih belum percaya. Saat itu juga ray menanyakan kak dwi tentang perasaanya. Apakah sama seperti apa yang dia rasakan atau tidak. Kak dwi pun tidak menjawabnya karena kak dwi bwlum siap untuk mengungkapkan semuanya. Tak terasa sudah 4 jam mereka mengobrol di telepon dan mereka pun mengakhiri teleponnya.
Sudah dua minggu ray dan keluarganya ada di garut. Selama itu mereka selalu melakukan aktivitas-aktivitas seperti biasa. Ray selalu berusaha meyakinkan kak dwi. Ray selalu berkorban apa saja demi kak dwi. Termasuk menjemput kak dwi ke rumahnya yang banyak rintangan tapi ray tak pernah menyerah dan selalu melakukan hal seperti itu.
Akhirnya sabtu malam telah tiba, malam itu merupakan malam terakhir bagi ray dan keluarganya karena ray besok akan pergi ke jakarta. Seperti biasa mereka bermain-main dan ray menjemput kak dwi ke rumahnya. Saat yang lain sibuk bermain kartu, ray dan kak dwi sedang asik berpandangan sambil sms-an.
Tak lama kemudian ray memberi isyarat kepada ka dwi bahwa ia ingin mengobrol bersama kak dwi, ray pun pergi ke kursi depan, tapi kak dwi tak membuntutinya, ray pun menunjukkan muka yang sedikit kesal. Akhirnya kak dwi menghampiri ray. Di sanalah mereka mengobrol dengan tenang dan membicarakan tentang perasaanya masing-masing. Ray menceritakan semua perasaaanya yang ia pendam selama bertahun-tahun. Ray pun memberitahu bahwa sudah lama ia menyukainya. Dari awal sampai sekarang perasaan rayu masih ada buat kak dwi dan ray takkan pernah bisa melupakan semuanya.
Ray         :”kak aku suka ma kak. Perasaan ini lama kupendam dan mungkin inilah waktu yyang tepat kalau kakak gak percaya. Kaka bisa menanyakan kepada mas Beny dan Ega mereka mengetahui semuanya”
Kak dwi hanya terdiam, ia tidak menyangka semuanya bisa terjadi dan akhirnya kak dwi pun percaya dan tak disangka kak dwi pun mengungkapkan perasaanyanya, ternyata kak dwi juga memiliki perasaan yang sama dengan ray. Mendengar itu semua ray sangat bahagia karena kak dwi mempunyai perasaan yang sama. Ray tak bisa ngomong apa-apa karena ia terlalu bahagia karena kak dwi pun ternyata memiliki perasaan yang sama. Setelah keduanya terdiam tiba-tiba kak dwi berkata “ meskipun kita saling menyukai tapi kita takkan pernah bisa menyatu karena kita terlalu banyak perbedaan dan kita pun harus melupakan semuanya”
Ray menjawabnya ”kita emang gak bisa bersatu tapi itu bukan karena perbedaan diantara kita melainkan ada satua alasan yang membuat kita gak bisa bersatu, aku gak bisa kasih tahu alasan itu nanti kakak mengetahuinya sendiri biarlah waktu yang menjawabnya tapi aku gak akan pernah bisa untuk melupakan kakak dan perasaan ini karena aku sudah benar-benar menyukai dan menyayangi kakak, jujur Ray sangat sedih dengan keadaan ini, karena Ray gak bisa bersama kakak lagi, tapi Ray sangat senang dan lega bisa mengungkapkan semuanya kepada kakak.
Kak Dwi : “ Kenapa kamu tidak bilang dari dulu dan kenapa baru sekarang “
Ray : “ Karena inilah waktu yang tepat untuk aku mengungkapkan semuanya, aku takut gak akan punya kesempatan untuk mengasih tahu perasaan ku sama kakak. Ini kesempatan terakhirku unutuk bilang semuanya pada kakak karena aku gak akan pernah bisa untuk kegarut lagi, aku gak akan ketemu dengan kakak lagi “
Kak Dwi :” kenapa ? “
Ray :” Ceritanya sangat panjang dan aku gak mungkin ngasih tahu semuanya sama kakak, nanti kalau sudah tiba waktunya kakak juga akan tahu sendiri, tapi aku juga akan ngasih tahu kakak kalau bulan depan aku mulai membuat album production musik, jadi aku gak akan bisa kegarut lagi karena aku benar-benar akan sibuk. Tapi disisi lain aku sangat bahagia karena cita-cita ku akan segera tercapai untuk menjadi seorang pemusik.
Kak Dwi : “ selamat ray akhirnya cita-citamu sudah didepan mata dan usahamu belajar musik tidak sia-sia, terus berusaha ya Ray dan semoga sukses. Terus gimana ceritanya hal itu bisa terjadi ?”
Ray :” pada awalnya aku dikenalkan oleh guru musikku kepada seorang produser musik, lalu akupun ikut serta audisi akhirnya aku lurus dan aku langsung dibawa untuk ditawari kontrak album production music dengan kontrak yang menjamin. Tapi aku harus mempunyai cukup biaya yang besar dulu. Ayahkupun menyanggupinya. Akhirnya aku terima pekerjaan itu dan habis libur ini aku langsung latihan untuk album production. Maka dari itu aku gakkan bisa ke garut. Tapi aku janji aku gak kan melupakan kakak, aku akan menelpon kakak di waktu luangku.
Tak terasa jarum menunjuk pukul 01.00. mereka pun mengakhiri pembicaraannya dan ray pun berpamitan kepada kak dwi dan menyampaikan beberapa pesan kepadanya. Salah satunya adlah menyuruh menjaga dirinya baik-baik dan tak boleh menjadi seorang yang pemalu. Lalu ray mengantar pulang sampai ke rumahnya.
Minggu pagi telah tiba, saatnya ray sekeluarga pulang ke Jakarta. Ray sangat sibuk dengan aktivitasnya. Ia hanya memiliki waktu istirahat pada malam hari saja. Karena dari pagi sampai malam ia harus ke studio untuk latihan. Ray pun hanya bisa menelpon kak dwi pada waktu malam hari saja. Hampir tiap hari ray menelpon kak dwi. Ray pun sring berbagi cerita dengannya, dia suka menceritakan tentang kesibukannya.
Tiga hari berlalu ray belum menelpon kak dwi juga dan suatu malam ray menelponnya. Ray pun meminta maaf padanya karena sudah tiga hari ray tak menelponya. Dikarenakan ray sangat sibuk dengan aktivitasnya. Karena dalam tiga hari itu ray sangat bekerja keras untuk meraih cita-citanya. Ray mendapat hasil yang memuaskan. Ia mendapat beasiswa ke Singapura untuk sekolah musik dan langsung membawanya ke bangku kuliah. Ray sangat senang sekali kerja kerasnya tidak sia-sia. Ray memberi tahu kak dewi bahwa dirinya akan pergi ke Singapura dalam waktu yang lama bahkan kemungkinan ia takkan kembali ke Indonesia.
Ray pun meminta maaf kepada kak dwi karena ia harus meninggalkannya. Tapi ray takkan pernah bisa untuk melupakan semua kenangannya di Garut. Tak terasa waktu ray untuk pergi telah tiba, mau tidak mau ray harus pergi untuk mengejart cita-citanya. Sebelum pergi ray menelpon kak dwi,  ia meminta doa agar diberi kelancaran dan kemudahan dalam perjalanannya dan dalam meraih cita-citanya. Kak dwi hanya bisa mengucapkan selamat jalan padanya.
Akhirnya ray pergi ke Singapura, tanpa tidak memberi tahu kepada kak dwi yang tak bisa membuatnya bersatu dengan kak dwi dan ray pun meninggalkan cintanya di Garut.
Maaf postingan kali ini berbeda sebab aku lagi cari ide, kebetulan ada seorang gadis yang membuat cerita ini, aku posting aja di sini.
Kepada Desi maaf ya.. cerpennya aku posting tanpa sepengetahuan kamu...





PERHATIAN

Sudah lebih dari satu tahun saya tidak mempunyai HP atau HH. Meskipun saya mempunyai modem dan kartu yang masih aktif, tapi saya tidak punya pulsa dan jarang mengisi kuota untuk membalas pesan, telepon ataupun komentar Anda. Jadi mulai hari ini sampai waktu yang tidak ditetapkan, segala bentuk komunikasi kepada saya hanya melalui email saja. Jika Anda ingin menghubungi saya karena keadaan darurat (misalnya minta bantuan FB kena hack), silahkan baca dan pahami link ini, jika Anda menginginkan respon dari saya.

Mohon maaf apabila ada pesan, komentar, dan permintaan teman di facebook yang belum/tidak terbalas. Harap maklum.


Terima kasih
Dadan Purnama


0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar, kritik, saran, spam atau apa saja yang penting sopan dan tidak SARA ya....

Jika ada pertanyaan atau request yang penting, bisa hubungi Admin di How to Contact

Terima kasih,
Dadan Purnama